Nabi muhammad belajar pengetahuan agama dari Waraqah

Diumur 25 tahun, Abu Talib mencarikan pekerjaan untuk Muhammad sebagai agen perdagangan di sebuah perusahaan milik wanita pedagang kaya yang juga masih saudara jauh, bernama Khadijah. Wanita tersebut telah dua kali menikah. Suami terakhirnya, seorang pedagang kaya raya, yang baru2 ini meninggal dan janda tersebut perlu menyewa tenaga untuk mengurus usaha dagangnya yang besar.


Khadijah memiliki sepupu bernama Waraqah ibn Nawfal. Waraqah, Khadijah, dan Muhammad, ketiganya berasal dari klan Quraish. Waraqah, putera dari Nawfal, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, putera Qussayy. Khadijah, adalah puteri Khuwaylid, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, juga putera Qussayy. Khadijah menjadi isteri pertama Muhammad, putera Abdullah, putera Abdul Muttalib, putera Hashim, putera Abd Manaf, putera Qussayy.


PERLU DIKETAHUI, BAHWA KETIGA ORANG INILAH YANG MENJADI DASAR ISLAM, TANPA ADANYA WARAQAH DAN KHADIJAH, ALIRAN ISLAM YANG DIBAWA MUHAMMAD TAK AKAN MUNCUL DIDUNIA INI.


Pada waktu yang sudah dijanjikan, Muhammad mendatangi Khadijah. Wanita tersebut melihat anak muda berumur 25 th berdiri dihadapannya. Ukuran tubuh sedang, hampir ramping, dengan kepala besar, bahu lebar dan tubuh proporsional. Rambut dan jenggotnya tebal dan hitam, tidak lurus tapi sedikit ikal. Panjang rambutnya hingga keleher, dan jenggotnya juga. Dia punya dahi yang bagus dan mata yang lebar, dengan bulu mata dan alis yang panjang melengkung meski tidak menyatu. Matanya coklat atau coklat muda. Hidungnya bengkok dan mulutnya lebar. Meski jenggotnya dibiarkan tumbuh, tapi kumisnya tidak menutupi mulutnya. Kulitnya putih tapi kecoklatan karena sinar matahari (Perincian ini diambil dari buku Martin Ling: Muhammad, hal 35).


Suaranya bagaikan sentuhan musik dan kalimat2 yang diucapkan mempunyai nada seperti puisi2 terkenal Arabia ciptaan Labid. Pada permukaan kelihatannya bahwa Muhammad punya pribadi yang memikat yang membuat wanita berkuasa ini terpukau. Khadijah sangat terkesan dan akhirnya dia menyewa pemuda tersebut untuk menjalankan misi dagangnya.


Khadijah berumur 40 tahun, dewasa dan berpengalaman. Dia anak perempuan favorit dari ayahnya Khuwaylid. Malah Khuwaylid bergantung padanya, melebihi ketergantungan terhadap anak laki-lakinya. Khadijah adalah “anak sang ayah.” Dia rindu akan pasangan yang dapat memberi semua hal yang dia rindukan sejak suami terakhirnya meninggal. Dia telah menolak tawaran orang2 kuat di Mekah, akhirnya pilihan jatuh pada Muhammad. Daun muda yang juga adalah pelayannya.


Meski hatinya rindu akan kemudaan yang segar dan menarik, tapi dia menahan diri sebelum mengambil langkah2 untuk memenuhi hasratnya tersebut. Dia harus mengatasi tradisi Arab Kuno dan keluarganya sendiri yang menghalangi wanita seumurnya untuk menikah. Ia khususnya mengkhawatirkan pamannya, Amr ibn Asaad, yang tanpa persetujuannya mustahil baginya untuk menikah dengan pria idamannya. (Ayah Khadijah, Khuwaylid, telah tewas dalam peperangan) Dia perlu membuat sebuah situasi yang bukan hanya dapat membuat pria idamannya kelihatan spesial, tapi juga dapat membuat pamannya mengijinkan pernikahan dengan pemuda idamannya.


Segera sebuah kesempatan datang bagi Khadijah untuk dipergunakan. Satu siang, dia sedang diluar rumahnya bersama para pembantu, mengawasi kedatangan karavan Muhammad. Begitu hampir dekat, sekelompok awan muncul di cakrawala, menghalangi sinar matahari. Melihat kesempatan ini, dia berteriak pada pembantunya: “Lihatlah! Itu Allah tercinta yang mengirim dua malaikat untuk menjaganya!”


Para pembantunya memfokuskan mata dan mencoba melihat sejauh mereka mampu, berusaha mencari malaikat2 itu, tapi tidak melihat apa2. Karena telah tahu akan hasrat majikan mereka pada Muhammad, mereka ikut2an, dan berteriak keras2 mengikuti majikannya. Tujuan ini adalah untuk menaikan derajat Muhammad, apa yang dilakukan Khadijah, seakan-akan Muhammad disertai Malaikat, juga untuk memperingatkan pamannya akan balasan dari surga jika dia menolak lamaran Muhammad untuk menikahi keponakannya.


Khadijah juga tidak mau buang2 waktu dan menawarkan dirinya kepada Muhammad melalui budak kepercayaannya, Maisara. Muhammad memang sedang menunggu2 mukjijat, dan ketika dia mendapat tawaran ini, dia menerimanya langsung. Kini, menurut tradisi Arab, ia tinggal membuat lamaran resmi pada pamannya Khadijah, Amr ibn Assad yang bertindak sebagai pelindungnya.


Mengikuti tradisi mereka, Abu Taleb dan Hamzah, dua paman Muhammad, menemani keponakan mereka ke rumah Khadijah, dimana Khadijah diam2 membuat pesta. Khadijah, kelihatannya belum memberitakan ini pada pamannya; dia sengaja membuat pamannya tidak sadar akan maksud perayaan ini. Setelah semua hadir, Muhammad meminta ijin Ibn Assad untuk menikahi keponakannya (Khaidjah). Mendengar ini, si orang tua murka dan menolaknya. Dia menjelaskan bahwa semuanya tidak cocok: umur Muhammad, fakta bahwa dia itu anak buahnya dan, diatas itu semua, dia tidak punya cukup uang untuk menikahi Khadijah yang kaya raya. Dalam pikirannya, perkawinan ini hanya akan mengurangi kekayaan Khadijah, bukannya menjaganya dalam keluarga. Kejadian2 berikutnya membuktikan bahwa perkataan orang tua ini benar.


Khadijah sudah mempersiapkan diri akan reaksi pamannya ini. Dia terus menerus mengisi gelas anggur pamannya hingga mabuk. Setelah pamannya mabuk, Khadijah memberi tanda dan Abu Taleb langsung pidato, menerangkan kehebatan2 keponakannya, Muhammad, setelah itu Khadijah sendiri juga memberikan pidato, menerangkan bagaimana para malaikat telah melindungi dia dari panas matahari dan juga membesar2kan semua perbuatan2 Muhammad baginya dan keluarganya. Akhirnya, dia mendesak pamannya untuk mengakui kebaikan2 Muhammad, dan untuk menerimanya sebagai menantu.

Distributor pusat penjualan segala alat listrik tenaga surya. Toko online jual listrik tenaga matahari. Produsen Produk solar sel murah.www.tokosolarcell.net . daftar Paket harga penjualan listrik tenaga matahari


Setelah Khadijah pidato, semua yang hadir meminta Amr ibn Assad untuk menjawab. Sebelum dia sadar apa yang terjadi, dia telah membuat pidato yang isinya menyetujui pernikahan itu. Waraqah ibn Nofal juga menjawab; dan Muhammad langsung mengenakan hadiah jubah pada sang orang tua, yang menurut tradisi Arab, calon menantu harus memberi jubah pada calon mertua saat pernikahan. Khadijah langsung menandatangani kontrak pernikahannya sebelum sebelum pamannya sadar bahwa dia telah ditipu dan menyatakan pernikahan ini sah. Pernikahan ini dikatakan terjadi pada 595 M ketika Muhammad berumur 25 dan pengantin perempuannya 40 tahun.


Mengenai pernikahan tersebut Tabari menulis: “Khadijah mengirim pesan pada Muhammad, mengundangnya untuk mengambil dia. Dia memanggil pamannya untuk datang kerumahnya, memberinya arak hingga mabuk, memberi parfum, memakaikan pakaian pesta padanya dan lalu memotong seekor sapi. Lalu dia undang Muhammad dan pamannya. Ketika mereka datang, pamannya menikahkan Muhammad dengannya. Ketika dia sadar dari mabuknya, dia berkata “daging apa ini, parfum ini dan pakaian ini?” Dia menjawab, “kau telah menikahkanku pada Muhammad bin Abdullah”. “Aku tidak melakukan itu,” katanya. “Akankah kulakukan ini ketika orang2 terhebat di Mekah memintamu dan aku tidak setuju, kenapa aku berikan kau pada seorang gelandangan? ” (Persian Tabari v. 3 p.832)

 

Pihak Muhammad menjawab dengan marah bahwa persekutuan ini telah diatur oleh anak perempuannya sendiri. Orang tua itu marah dan menarik pedang dan kerabat Muhammad juga menarik pedang mereka. Darah akan mengalir jika saja Khadijah tidak menyatakan cintanya pada Muhammad agar diketahui banyak orang dan mengaku telah mengatur semua ini. Amr ibn Asaad lalu menenangkan diri, sampai akhirnya dia menyerah telah di bohongi dan rekonsiliasipun terjadi.


Khadijah adalah seorang wanita berhasil dan pesolek. Dia telah menolak lamaran dari banyak orang Quraish yang kaya dan terkenal. Bagaimana orang menjelaskan seorang wanita yang kelihatan sukses dan berpikiran sehat mendadak jatuh cinta pada anak muda miskin yang 15 tahun lebih muda? Kelakuan aneh ini mengungkapkan adanya kelainan pribadi dalam diri Khadijah.


Muhammad butuh dukungan finansial dan emosional. Baginya, pernikahan dengan Khadijah merupakan untung besar. Dari Khadijah, dia bisa mendapatkan kasih sayang keibuan yang tidak didapatkannya sejak kecil, dan juga jaminan keuangan sehingga dia tidak perlu bekerja lagi. Khadijah dengan senang hati memenuhi segala keperluan suaminya. Dia merasa bahagia dengan memberi, mengasuh, dan mengorbankan diri bagi Muhammad.

Distributor pusat penjualan segala alat listrik tenaga surya. Toko online jual listrik tenaga matahari. Produsen Produk solar sel murah.www.tokotenagasurya.net daftar harga listrik tenaga matahari


Kejadian seputar perkawinan Muhammad-Khadijah ini layak mendapat perhatian khusus, bukan hanya karena ini sebuah batu loncatan bagi calon 'nabi' ini, tapi juga karena menggambarkan posisi yang dipegang wanita yang menjalankan bisnisnya. Khadijahlah, bukan calon suaminya, yang pertama minta dinikahi. Selain Khadijah, kita juga tahu bahwa ada wanita2 lain dijaman sebelum islam yang bukan hanya berperan dalam urusan2 dagang dll di Mekah disisi laki2 mereka, mereka juga berpartisipasi dalam perdagangan TANPA dicampuri oleh para laki2. Mereka, sering menggunakan pengaruh yang besar sebagai nabi2 wanita atau penulis2 puisi.

Like

0

Love

0

Haha

0

Wow

0

Sad

0

Angry

0

Artikel Terkait

Comments (0)

Leave a comment