Nonton Film Finch (2021)
Finch (2021) — Ketika Dunia Berakhir, dan Harapan Tersisa pada Seekor Anjing dan Sebuah Robot
Di tengah dunia pasca-apokaliptik yang sepi dan sunyi, Finch hadir bukan sebagai film kehancuran penuh ledakan, tetapi sebagai perjalanan emosional tentang kesepian, tanggung jawab, dan arti menjadi manusia.
Disutradarai oleh Miguel Sapochnik dan dibintangi oleh Tom Hanks, film ini sederhana dalam premis, namun dalam secara emosional.
Dunia yang Hancur — Matahari Jadi Musuh
Bumi telah rusak akibat badai matahari besar. Lapisan ozon hancur. Radiasi ekstrem membuat permukaan bumi hampir tak layak huni.
Langit selalu oranye.
Udara beracun.
Suhu mematikan.
Baca Juga: Nonton Film Constantine (2005)
Finch Weinberg adalah salah satu dari sedikit manusia yang masih hidup. Ia tinggal di bunker bawah tanah bersama anjing kesayangannya, Goodyear.
Dan di sinilah konflik emosional utama muncul.
Finch sakit parah.
Waktunya tidak lama lagi.
Siapa yang akan merawat Goodyear setelah ia pergi?
Menciptakan Harapan — Robot Bernama Jeff
Sebagai insinyur robotika, Finch menciptakan robot humanoid untuk menjaga dan melindungi anjingnya.
Robot itu kemudian menamai dirinya Jeff.
Baca Juga: Nonton Film Chappie (2015)
Jeff bukan mesin dingin tanpa ekspresi. Ia seperti anak kecil yang baru belajar memahami dunia. Ia belajar berjalan, berbicara, merasakan konsep “janji”, dan mencoba memahami emosi manusia.
Interaksi antara Finch, Jeff, dan anjingnya menjadi inti film ini.
Hubungan mereka perlahan berkembang dari sekadar pencipta dan ciptaan menjadi sesuatu yang lebih hangat — seperti ayah dan anak.
Road Trip di Dunia Mati
Ketika badai besar mengancam bunker mereka, Finch memutuskan melakukan perjalanan menuju San Francisco dengan RV tua.
Perjalanan ini bukan tentang bertahan dari monster atau manusia jahat.
Baca Juga: Nonton Film Avatar: The Way of Water
Ini tentang:
-
Menghadapi badai pasir
-
Menghindari radiasi
-
Memperbaiki kendaraan
-
Dan yang paling penting, membangun kepercayaan
Baca Juga: Nonton Film Deadpool 2 (2018)
Sepanjang perjalanan, Jeff belajar tentang tanggung jawab. Finch belajar untuk melepaskan.
Dan kita sebagai penonton perlahan ikut terikat secara emosional.
Tone Film — Tenang, Intim, dan Humanis
Berbeda dengan film post-apocalyptic seperti Mad Max, Finch memilih pendekatan yang lebih intim.
Dunia luar memang berbahaya, tapi ancaman terbesarnya adalah waktu.
Film ini lebih banyak mengandalkan dialog dan momen kecil:
Baca Juga: Nonton Film Shut In (2022)
-
Jeff mencoba memahami humor
-
Finch mengajari cara bermain dengan anjing
-
Percakapan tentang rasa takut
Tidak ada aksi besar.
Tapi ada kehangatan.
Performa Tom Hanks — Emosi yang Natural
Tom Hanks membawa karakter Finch dengan kelembutan khasnya. Ia tidak berlebihan. Ia terasa seperti pria biasa yang hanya ingin memastikan sahabat kecilnya aman setelah ia tiada.
Baca Juga: Nonton Film Jumanji: Welcome to the Jungle
Chemistry antara Hanks dan karakter CGI Jeff terasa hidup — dan itu pencapaian teknis yang patut diapresiasi.
Tema yang Diangkat
-
Kesepian dalam dunia yang kosong
-
Tanggung jawab terhadap makhluk yang kita cintai
-
Apa arti menjadi manusia
-
Warisan emosional
Baca Juga: Nonton Film Eternals (2021)
Film ini secara halus bertanya:
Apakah kemanusiaan ditentukan oleh tubuh biologis?
Atau oleh empati dan pilihan?
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
-
Performa emosional kuat dari Tom Hanks
-
Hubungan karakter yang hangat
-
Pendekatan post-apocalyptic yang berbeda
Baca Juga: Nonton Film Zombie land (2019)
-
Visual dunia yang sunyi dan atmosferik
Kekurangan:
-
Minim konflik eksternal besar
-
Tempo cenderung lambat
-
Plot relatif sederhana
Baca Juga: Nonton Film Upgrade (2018)
Kesimpulan
Finch bukan film tentang kiamat.
Ini film tentang perpisahan.
Tentang seseorang yang tahu waktunya habis, tapi tetap ingin memastikan cinta yang ia tinggalkan tetap hidup.
Ini adalah film yang pelan, tenang, dan menyentuh.
NONTON FILM SILAHKAN SUBSCRIBE
Baca Juga: Nonton Film Maleficent: Mistress of Evil
Konten yang anda baca tersembunyi,
Klik Subscribe menjadi premium member,
Sehingga bisa membaca seluruh konten
Sign up with subscribe to get full reading
Already signed up or subscriber? Log in







Comments (0)