[Buku Bahasa Indonesia] Guyton And Hall Textbook of Medical Physiology
BAB 3
Pengendalian Genetik Sintesis Protein, Fungsi Sel, dan Reproduksi Sel
Hampir semua orang mengetahui bahwa gen, yang terletak di dalam inti semua sel tubuh, mengendalikan pewarisan sifat dari orang tua kepada anak. Namun, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa gen yang sama juga mengendalikan fungsi sehari-hari semua sel tubuh. Gen mengatur fungsi sel dengan menentukan zat apa yang disintesis di dalam sel—struktur apa yang dibentuk, enzim apa yang dihasilkan, dan zat kimia apa yang diproduksi.
Gambar 3-1 menunjukkan skema umum pengendalian genetik. Setiap gen, yang merupakan asam nukleat yang disebut asam deoksiribonukleat (DNA), secara otomatis mengendalikan pembentukan asam nukleat lain, yaitu asam ribonukleat (RNA). RNA ini kemudian menyebar ke seluruh sel untuk mengendalikan pembentukan protein tertentu. Seluruh proses ini, mulai dari transkripsi kode genetik di dalam inti hingga translasi kode RNA dan pembentukan protein di sitoplasma sel, sering disebut sebagai ekspresi gen.
Karena terdapat sekitar 30.000 gen yang berbeda di setiap sel, secara teoritis memungkinkan terbentuknya sejumlah besar protein seluler yang berbeda.
Sebagian protein seluler merupakan protein struktural yang, bersama dengan berbagai lipid dan karbohidrat, membentuk struktur berbagai organel intraseluler yang telah dibahas pada Bab 2. Namun, sebagian besar protein adalah enzim yang mengkatalisis berbagai reaksi kimia di dalam sel. Sebagai contoh, enzim mempercepat semua reaksi oksidatif yang menyediakan energi bagi sel, serta membantu sintesis berbagai zat seluler seperti lipid, glikogen, dan adenosin trifosfat (ATP).
Gen dalam Inti Sel
Di dalam inti sel, sejumlah besar gen tersusun ujung ke ujung dalam molekul DNA heliks ganda yang sangat panjang, dengan berat molekul mencapai miliaran. Segmen sangat pendek dari molekul ini ditunjukkan pada Gambar 3-2. Molekul tersebut tersusun dari beberapa senyawa kimia sederhana yang terikat dalam pola teratur, yang rinciannya dijelaskan pada bagian berikut.
Unit Dasar Penyusun DNA
Gambar 3-3 menunjukkan senyawa kimia dasar yang terlibat dalam pembentukan DNA. Senyawa tersebut meliputi (1) asam fosfat, (2) gula yang disebut deoksiribosa, dan (3) empat basa nitrogen (dua purin, yaitu adenin dan guanin, serta dua pirimidin, yaitu timin dan sitosin). Asam fosfat dan deoksiribosa membentuk dua rantai heliks yang menjadi kerangka utama molekul DNA, sedangkan basa nitrogen terletak di antara kedua rantai tersebut dan menghubungkannya.
Nukleotida
Tahap awal pembentukan DNA adalah penggabungan satu molekul asam fosfat, satu molekul deoksiribosa, dan satu dari empat basa nitrogen untuk membentuk satu nukleotida asam. Dengan demikian, terbentuk empat jenis nukleotida, masing-masing untuk setiap basa, yaitu asam deoksiadenilat, deoksitimidilat, deoksiguanilat, dan deoksisitidilat.
Gambar 3-1. Skema umum bagaimana gen mengendalikan fungsi sel.







Comments (0)