[Buku Bahasa Indonesia] Essentials of Nerve Conduction
Bagian III
Pemeriksaan Konduksi Saraf untuk Diagnosis Spesifik dengan Temuan Abnormal yang Diharapkan
A) Neuralgia trigeminal ......
B) Palsi Bell ......
C) Radikulopati servikal ......
D) Pleksopati brakialis ......
E) Sindrom outlet toraks ......
F) Neuropati ulnaris ......
G) Neuropati radialis ......
H) Sindrom terowongan karpal ......
I) Neuropati perifer ......
J) Radikulopati lumbal dan S1 ......
K) Pleksopati lumbosakral ......
L) Neuropati kutaneus femoralis lateralis ......
M) Neuropati peroneal ......
N) Sindrom terowongan tarsal ......
O) Gangguan sambungan neuromuskular ......
P) Miopati ......
A) Neuralgia Trigeminal
• Studi kedipan (blink study) pada m. orbicularis oculi (OC)
• Konduksi motorik fasialis ke m. nasalis (NS)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Lesi unilateral parsial pada nervus trigeminus dapat menyebabkan keterlambatan seluruh potensial, termasuk R1 dan R2 ipsilateral, serta R2 kontralateral saat stimulasi sisi yang terkena.
• Lesi unilateral lengkap pada nervus trigeminus dapat menyebabkan tidak adanya respons (R1 dan R2 ipsilateral) pada sisi yang terkena saat stimulasi sisi tersebut.
B) Palsi Bell (neuropati fasialis)
• Studi kedipan pada m. orbicularis oculi (OC)
• Konduksi motorik fasialis ke m. nasalis (NS)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo potensial aksi otot majemuk (compound muscle action potential, CMAP) motorik fasialis rendah dibandingkan sisi normal
• Respons blink bervariasi tergantung lokalisasi lesi
• Contoh: lesi fasialis unilateral parsial dapat menyebabkan keterlambatan respons R1 dan R2 ipsilateral dengan respons R2 kontralateral normal saat stimulasi sisi yang terkena
C) Radikulopati Servikal
• Sensori antidromik nervus medianus
• Sensori antidromik nervus ulnaris
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Gelombang F ulnaris
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Umumnya konduksi saraf normal
• Konduksi motorik jarang terpengaruh, tetapi dapat ditemukan amplitudo CMAP yang rendah
D) Pleksopati Brakialis
• Sensori antidromik medianus
• Sensori antidromik ulnaris
• Sensori radialis
• Sensori antebrachial lateral
• Sensori antebrachial medial
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Gelombang F ulnaris
• Motor radialis ke m. extensor indicis proprius (EIP) (bila diindikasikan)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo atau latensi sensori dapat abnormal tergantung lokalisasi lesi
• Selalu bandingkan respons rendah-normal atau abnormal dengan sisi kontralateral
E) Sindrom Outlet Toraks
• Sensori antidromik medianus
• Sensori antidromik ulnaris
• Sensori kutaneus ulnaris dorsal
• Sensori antebrachial medial
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Gelombang F ulnaris
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo CMAP motor medianus rendah
• Amplitudo CMAP motor ulnaris rendah (dapat ada atau tidak)
• Amplitudo SNAP sensori kutaneus ulnaris dorsal rendah
• Amplitudo SNAP sensori ulnaris antidromik rendah
• Amplitudo SNAP sensori antebrachial medial rendah
• Selalu bandingkan dengan sisi kontralateral
F) Neuropati Ulnaris
• Sensori antidromik medianus
• Sensori antidromik ulnaris
• Sensori kutaneus ulnaris dorsal
• Sensori antebrachial medial
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Gelombang F ulnaris
• Motor ulnaris ke m. first dorsal interosseous (FDI)
• Teknik “inching” di sekitar siku bila diindikasikan
Temuan abnormal yang diharapkan:
• SNAP ulnaris antidromik rendah atau tidak ada, dengan kemungkinan latensi memanjang
• SNAP kutaneus ulnaris dorsal rendah atau tidak ada, dengan kemungkinan latensi memanjang
• CMAP motor ulnaris ke ADM rendah dengan kemungkinan latensi distal memanjang
• CMAP motor ulnaris ke FDI rendah
• CMAP motor ulnaris ke ADM atau FDI di area siku rendah (periksa kemungkinan Martin-Gruber anastomosis/MGA)
• Kecepatan hantar (conduction velocity, CV) ulnaris melambat
• Penurunan CV > 10 m/detik dari lokasi AG ke BG bila lesi di siku
G) Neuropati Radialis
• Sensori antidromik medianus
• Sensori antidromik ulnaris
• Sensori radialis
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Motor radialis ke m. extensor indicis proprius (EIP) atau m. extensor digitorum communis (EDC)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• SNAP sensori radialis rendah atau tidak ada
• CMAP motor radialis ke EIP atau EDC rendah atau tidak ada dengan CV melambat
• Abnormalitas EIP dan EDC dengan SNAP sensori radialis normal dapat mengindikasikan Posterior Interosseous Syndrome (PIN)
H) Sindrom Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome)
• Studi saraf palmar campuran median/ulnar
• Sensori antidromik nervus medianus
• Sensori antidromik nervus ulnaris
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• CTS ringan: latensi memanjang pada saraf palmar campuran medianus dan kemungkinan SNAP antidromik medianus ± amplitudo di bawah batas bawah normal
• CTS sedang: kelainan latensi medianus seperti di atas serta pemanjangan latensi distal motor medianus
• CTS berat: pemanjangan latensi motor dan sensori medianus dengan SNAP antidromik yang tidak ada atau potensial aksi saraf campuran ortodromik (orthodromic mixed NAP) yang tidak terdeteksi, serta CMAP thenar rendah atau tidak ada
I) Neuropati Perifer (ekstremitas atas dan bawah unilateral)
• Sensori antidromik medianus
• Sensori antidromik ulnaris
• Sensori radialis
• Motor medianus ke m. abductor pollicis brevis (APB)
• Motor ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Gelombang F ulnaris
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Sensori nervus suralis
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Salah satu atau seluruh saraf sensori dan motor dapat terlibat
• Bukti conduction block atau temporal dispersion abnormal mengindikasikan neuropati demielinasi
Neuropati Perifer (ekstremitas bawah)
• Motor peroneal kanan ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis kanan ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis kanan
• Motor peroneal kiri ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis kiri ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis kiri
• Sensori suralis kiri
• Sensori suralis kanan
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Salah satu atau seluruh saraf sensori dan motor dapat terpengaruh
• Adanya conduction block atau temporal dispersion abnormal mengindikasikan neuropati demielinasi
J) Radikulopati Lumbal dan S1
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Refleks H (bilateral)
• Sensori suralis
• Sensori peroneal superfisial
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Refleks H dapat tidak ada
• Umumnya konduksi saraf normal
• Konduksi motorik jarang terpengaruh
K) Pleksopati Lumbosakral
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Sensori suralis
• Sensori peroneal superfisial
• Sensori safenus
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo atau latensi SNAP sensori dapat abnormal tergantung lokalisasi lesi
• Setiap hasil borderline atau abnormal harus dibandingkan dengan sisi kontralateral
L) Neuropati Kutaneus Femoral Lateral
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Sural
• Nervus kutaneus femoralis lateral (bilateral)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo SNAP nervus kutaneus femoralis lateral (LFCN) rendah atau tidak ada
• Bandingkan dengan sisi kontralateral
M) Neuropati Peroneal
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor peroneal ke m. tibialis anterior (TA)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Sensori suralis
• Sensori peroneal superfisial
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo CMAP rendah pada m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Amplitudo CMAP rendah pada m. tibialis anterior (TA)
• Penurunan amplitudo CMAP pada atau di atas caput fibula (fibular head) bila lesi terlokalisasi di area tersebut
• Kecepatan hantar (conduction velocity) nervus peroneal melambat
• SNAP sensori peroneal superfisial rendah atau tidak ada, dengan atau tanpa latensi puncak memanjang
N) Sindrom Terowongan Tarsal
• Motor peroneal ke m. extensor digitorum brevis (EDB)
• Motor tibialis ke m. abductor hallucis brevis (AHB)
• Gelombang F tibialis
• Refleks H (bilateral)
• Sensori suralis
• Nervus plantar campuran medial (bilateral)
• Nervus plantar campuran lateral (bilateral)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Amplitudo potensial aksi saraf campuran (mixed nerve action potential/MNAP) rendah atau tidak ada pada nervus plantar medial dan lateral, dan/atau latensi puncak memanjang
• Tidak ada signifikansi diagnostik pada tidak adanya respons sensori plantar campuran secara bilateral
O) Gangguan Sambungan Neuromuskular (Neuromuscular Junction Disorders)
1. Miastenia Gravis
• Satu pemeriksaan konduksi motorik dan satu sensori pada ekstremitas atas dan bawah
• Stimulasi repetitif nervus ulnaris ke m. abductor digiti minimi (ADM)
• Stimulasi repetitif nervus aksesorius ke m. trapezius (TRAP)
• Stimulasi repetitif nervus fasialis ke m. nasalis (NS)
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Respons decremental > 10% antara CMAP pertama dan keempat
• Fasilitasi pasca-latihan setelah 10 detik latihan bila ditemukan decrement pada protokol 3 menit
2. Sindrom Lambert-Eaton
• Satu pemeriksaan motorik dan satu sensori pada ekstremitas atas dan bawah
• Rekaman CMAP distal supramaksimal sebagai baseline pada saraf motorik terpilih (sebaiknya yang memiliki amplitudo rendah), diikuti 10 detik latihan, kemudian dilakukan perekaman CMAP ulang
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Respons motorik beramplitudo rendah pada pemeriksaan konduksi rutin
• Respons inkremental > 40% setelah 10 detik latihan
P) Miopati
• Satu pemeriksaan motorik dan satu sensori pada ekstremitas atas dan bawah
Temuan abnormal yang diharapkan:
• Tidak terdapat kelainan pada studi konduksi saraf







Comments (0)