[Buku Bahasa Indonesia] Essentials of Nerve Conduction

D) Studi Hantaran Sensorik dan Campuran pada Ekstremitas Bawah

Parameter Studi Hantaran Saraf Sensorik
Hicut Filter: 2 kHz
Locut Filter: 10 Hz
Kecepatan sweep: 2 ms/div
Sensitivitas/Gain: 10–50 µV/div
Durasi: 0,1 ms

D-1) Studi Sensorik Sural Menggunakan Elektroda Bar
(Gambar 43 dan 44)

Perekaman: Di atas saraf suralis
G1/G2 Bar: Ditempatkan tepat posterior terhadap maleolus lateralis
G0: Tungkai bawah lateral, di antara S1 dan G1

S1: Betis posterior-lateral: 14 cm proksimal dari elektroda G1

Nilai normal:
Latensi puncak: ≤ 4,4 ms
Amplitudo: bervariasi sesuai usia, ≥ 6,0 µV pada dewasa < 80 tahun
Kecepatan hantaran: ≥ 40 m/detik

Gambar 43
Stimulasi sensorik suralis

Distributor pusat penjualan segala alat listrik tenaga surya. Toko online jual listrik tenaga matahari. Produsen Produk solar sel murah.www.tokosolarcell.net . daftar Paket harga penjualan listrik tenaga matahari

Gambar 44
Perekaman SNAP suralis dengan stimulasi di pertengahan betis

Masalah 32: Kesulitan Mendapatkan Respons Saraf Suralis

Solusi 32
• Posisi terbaik adalah pasien dalam posisi miring sehingga area betis mudah diakses.
• Pada beberapa pasien, mungkin perlu menempatkan bantal di antara kedua lutut.
• Periksa koneksi kabel untuk memastikan terpasang dengan baik. Pastikan area betis dan maleolus lateralis bersih dan bebas dari losion.
• Pastikan elektroda bar G1/G2 telah diberi gel dengan baik dan terfiksasi dengan aman pada kulit.
• Pastikan elektroda ground diberi gel dan ditempatkan di antara elektroda stimulasi dan perekaman.
• Jika tungkai besar atau betis berotot, lakukan stimulasi lebih distal. Jarak yang lebih pendek menjauhkan dari massa otot betis sehingga mempermudah memperoleh respons.
• Lakukan stimulasi di pertengahan betis sekitar 12 cm proksimal dari elektroda G1, kemudian geser ke arah lateral dan medial untuk menemukan saraf.
• Tanyakan kepada pasien apakah sensasi kejut menjalar ke sisi lateral kaki untuk membantu memastikan posisi di atas saraf.
• Jika terdapat edema, tekan area perekaman dengan ibu jari sebelum menempatkan elektroda bar.
• Jika respons mulai terlihat, putar anoda secara bertahap ke kedua arah untuk memperoleh perekaman optimal sambil meningkatkan intensitas secara bertahap.
• Alternatif lain adalah menggunakan fitur “average control” (fungsi pada alat NCS untuk mengurangi noise dan artefak baseline).
• Meskipun studi sensorik biasanya tidak memerlukan intensitas tinggi, pada kondisi tertentu intensitas dan durasi dapat ditingkatkan dari 0,1 menjadi 0,15 atau 0,2 ms.
• Bandingkan dengan sisi kontralateral.

D-2) Studi Sensorik Peroneal Superfisial Menggunakan Elektroda Bar
(Gambar 45 dan 46)

Perekaman: Pergelangan kaki / kaki proksimal
G1/G2 Bar: Ditempatkan pada bagian proksimal permukaan dorsal kaki
G0: Tungkai bawah, di antara S1 dan G1

S1: Betis lateral: 12 cm proksimal dari elektroda G1, sekitar 3–4 cm lateral dari tulang tibia

Nilai normal:
Latensi puncak: ≤ 4,4 ms
Amplitudo: ≥ 6,0 µV
Kecepatan hantaran: ≥ 40 m/detik

Gambar 45
Stimulasi peroneal superfisial

Gambar 46
SNAP peroneal superfisial dengan stimulasi pada tungkai bawah lateral

Masalah 33: Kesulitan Mendapatkan SNAP Saraf Sensorik Peroneal Superfisial

Solusi 33
• Pastikan tungkai bawah lateral bersih, bebas dari losion, dan elektroda bar diberi gel dengan baik tanpa gel di antara elektroda G1 dan G2.
• Elektroda ground harus diberi gel dengan baik dan ditempatkan di antara elektroda stimulasi dan perekaman.
• Jangan terus melakukan stimulasi di satu titik jika tidak diperoleh respons. Geser stimulator ke arah lateral atau medial.
• Reposisi elektroda bar perekaman ke arah medial atau lateral untuk memastikan tepat di atas saraf. Tanyakan kepada pasien apakah sensasi kejut menjalar ke punggung kaki sebagai indikator posisi yang tepat.
• Jika terdapat edema, tekan area perekaman dengan ibu jari sebelum menempatkan elektroda bar.
• Gunakan fitur “average control” sebagai alternatif untuk mengurangi noise dan artefak baseline.
• Meskipun biasanya tidak memerlukan intensitas tinggi, intensitas dan durasi dapat ditingkatkan hingga 0,15 atau 0,2 ms bila diperlukan.
• Bandingkan dengan sisi kontralateral.

D-3) Studi Campuran Plantar Medial dan Lateral Menggunakan Elektroda Bar
(Gambar 47 dan 48)

Perekaman: Maleolus medialis
G1/G2 Bar: Posterior terhadap maleolus medialis
G0: Permukaan dorsal kaki, di antara S1 dan G1

S1: Permukaan plantar kaki: 14 cm
Ukur 10 cm dari elektroda G1 ke bagian tengah permukaan plantar kaki, kemudian tambah 4 cm distal dari titik tersebut ke arah medial dan lateral untuk menstimulasi saraf plantar medial dan lateral secara berturut-turut, dengan katoda proksimal terhadap anoda

Nilai normal (medial dan lateral):
Latensi puncak: ≤ 3,7 ms
Amplitudo: ≥ 3,0 µV
Kecepatan hantaran: ≥ 45 m/detik

Gambar 47
Stimulasi campuran plantar medial dan lateral
A: Stimulasi plantar medial
B: Stimulasi plantar lateral

Gambar 48
Perekaman campuran plantar medial dan lateral
a: MNAP plantar medial dengan stimulasi pada permukaan plantar kaki
b: MNAP plantar lateral dengan stimulasi pada permukaan plantar kaki

Masalah 34: Kesulitan Mendapatkan Potensial Aksi Saraf Campuran (Mixed Nerve Action Potential/MNAP) dari Saraf Plantar Medial atau Lateral

Solusi 34
• Jika pemeriksaan plantar medial dan lateral telah direncanakan, instruksikan pasien untuk membersihkan kaki secara menyeluruh guna menghilangkan lapisan kulit mati sebelum pemeriksaan.
• Pastikan pasien tidak mengoleskan losion atau salep pada kaki setelah pembersihan.
• Bersihkan telapak kaki dengan alkohol dan pastikan elektroda bar terpasang kuat di posterior maleolus medialis.
• Setelah mengukur 10 cm ke tengah kaki, ukur 4 cm ke arah lateral dan 4 cm ke arah medial pada telapak. Jika respons tidak diperoleh pada jarak standar, coba stimulasi dengan jarak lebih pendek dan catat jarak baru jika respons diperoleh.
• Letakkan gulungan kain atau bantal di bawah pergelangan kaki agar kaki dapat rileks tanpa ketegangan.
• Setelah pengaturan optimal, lakukan stimulasi plantar medial terlebih dahulu karena lebih mudah diperoleh dibanding plantar lateral.
• Tekan stimulator dengan kuat jika kulit telapak kaki tebal atau mengalami kalus.
• Durasi stimulus mungkin perlu ditingkatkan agar dapat menembus kulit yang tebal.
• Putar anoda untuk mengurangi artefak stimulus bila diperlukan.
• Saraf plantar medial dan lateral harus selalu dibandingkan dengan sisi kontralateral.

D-4) Studi Sensorik Saraf Safenus Menggunakan Elektroda Bar
(Gambar 49 dan 50)

Perekaman: Tungkai medial
G1/G2 Bar: Tepat proksimal dan anterior terhadap maleolus medialis
G0: Tungkai, di antara S1 dan G1

S1: Tungkai medial: 12 cm proksimal dari elektroda G1

Nilai normal:
Latensi puncak: ≤ 4,4 ms
Amplitudo: ≥ 4,0 µV
Kecepatan hantaran: ≥ 40 m/detik

Gambar 49
Stimulasi sensorik safenus dengan bantal di bawah lutut

Gambar 50
SNAP safenus dengan stimulasi pada tungkai medial

Masalah 35: Kesulitan Mendapatkan Potensial Aksi Saraf Sensorik (Sensory Nerve Action Potential/SNAP) dari Saraf Safenus

Solusi 35
• Stimulasi saraf ini lebih mudah dilakukan dengan menempatkan bantal di bawah lutut sehingga pasien dapat menekuk lutut dengan nyaman tanpa usaha, memungkinkan gravitasi membantu relaksasi otot. Posisi ini mempermudah penempatan stimulator di antara tulang tibia dan otot gastroknemius medial.
• Respons biasanya kecil, sehingga tingkatkan intensitas secara bertahap sambil memutar anoda untuk mengoptimalkan respons.
• Intensitas tidak perlu terlalu tinggi.
• Alternatif lain adalah menggunakan fitur “average control” (fungsi pada alat NCS yang membantu mengurangi noise dan artefak baseline).
• Bandingkan dengan sisi kontralateral.

D-5) Saraf Sensorik Kutaneus Femoral Lateral Paha Menggunakan Opsi 1 – Elektroda Bar atau Opsi 2 – Elektroda Cincin Sekali Pakai
(Gambar 51 a dan b; rekaman pada Gambar 52)

Ukur garis lurus dari spina iliaka anterior superior (anterior superior iliac spine/ASIS) ke patela lateral (lutut).

Perekaman: Paha proksimal
G1/G2 Bar: 14 cm distal dari ASIS pada garis lurus menuju patela lateral
G0: Paha lateral, di antara S1 dan G1

S1: 4 cm distal dari ASIS

Nilai normal:
Latensi puncak: perbandingan antar sisi (nilai normal belum terdokumentasi dengan baik)
Amplitudo: perbandingan antar sisi (nilai normal belum terdokumentasi dengan baik)
Kecepatan hantaran: perbandingan antar sisi (nilai normal belum terdokumentasi dengan baik)

Gambar 51
Stimulasi sensorik kutaneus femoral lateral menggunakan elektroda bar atau elektroda cincin sekali pakai
A: Menggunakan elektroda bar
B: Menggunakan elektroda cincin sekali pakai

Gambar 52
SNAP kutaneus femoral lateral dengan stimulasi pada paha

Masalah 36: Kesulitan Mendapatkan Potensial Aksi Saraf Sensorik (SNAP) dari Saraf Kutaneus Femoral Lateral Paha

Solusi 36
• Pastikan pasien dalam keadaan relaks.
• Tutupi pasien dengan kain, hanya menyisakan ekstremitas yang diperiksa terbuka dari area ASIS.
• Periksa kembali pengaturan, pastikan kulit telah dibersihkan dengan alkohol dan elektroda telah diberi gel.
• Pastikan elektroda ground (G0) berada di antara elektroda perekaman dan stimulasi.
• Pegang stimulator secara ringan pada kulit, sekitar 4 cm di bawah ASIS. Umumnya tidak diperlukan tekanan kuat, bahkan pada pasien dengan tubuh besar. Intensitas juga tidak perlu terlalu tinggi.
• Geser stimulator beberapa sentimeter ke arah lateral atau medial untuk memastikan posisi tepat di atas saraf, dan minta pasien memberi tahu saat merasakan sensasi stimulasi menjalar ke paha.
• Informasikan kepada pasien bahwa sensasi stimulasi tidak akan melewati lutut.
• Reposisi elektroda perekaman sedikit ke arah lateral atau medial, kemudian ulangi stimulasi.
• Respons ini mudah tertutup oleh artefak stimulus, sehingga perlu memutar anoda secara halus untuk memperoleh respons optimal.
• Jika perekaman tetap tidak diperoleh, gunakan opsi 2 dengan elektroda cincin sekali pakai jika tersedia.
• Gunakan protokol yang sama seperti elektroda bar, hanya mengganti elektroda bar dengan elektroda cincin (Gambar 51b) yang ditempatkan melintang pada paha. Salah satu sebagai elektroda aktif dan satu sebagai referensi. Luas permukaan yang lebih besar meningkatkan kemungkinan penempatan tepat di atas saraf.
• Jika respons tampak ada tetapi baseline tidak optimal, gunakan fitur “averager” (fungsi pada alat NCS untuk mengurangi noise dan artefak baseline).
• Selalu bandingkan dengan sisi kontralateral.

Like

0

Love

0

Haha

0

Wow

0

Sad

0

Angry

0

Artikel Terkait
The midday swim

GOLONGAN DARAH

Comments (0)

Leave a comment